S
|
uatu hari, ada
kerajaan yang bernama Kerajaan Linggapura dan Kerajaan Purwojoyo. Kedua
kerajaan itu hanya berjarak 10 km. Raja dari Linggapura sudah lama sekali
mendambakan seorang anak dan akhirnya sang raja pun berbahagia karena ia baru
saja mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Sewu. Namun
dibalik kebahagiaan raja, penasihat raja justru tidak senang dengan kelahiran
Joko Sewu. Penasihat itu bernama Winara, akhirnya ia mempunyai niat jahat untuk menyingkirkan
Joko Sewu agar langkahnya menjadi raja tidak terhambat. Ia pun bersekongkol
dengan pelayan kerajaan. Pelayan kerajaan tersebut bernama Nirwana. Dia pun
merencanakan akal busuknya.
Pada saat kondisi kamar sedang sepi, ia mengambil kesempatan itu untuk
dapat mengambil Joko Sewu. Setelah berhasil mengambilnya, ia segera mengambil
pisau untuk membunuhnya. Namun rencana itu gagal setelah salah seorang pelayan
memergokinya. Pelayan tersebut adalah Moksa. Nirwana pun melarikan diri. Namun,
Moksa tidak mengenali wajah Nirwana karena wajah Nirwana ditutup oleh topeng. Pada
hari berikutnya, Nirwana kembali mencoba membunuh Joko Sewu lagi, namun dengan cara
lain. Ia pun segera mengambil sebuah ranjang bayi dan memasukan Joko Sewu ke
dalamnya. Setelah itu ranjang bayinya dibuang ke aliran sungai dan ia segera
melarikan diri. Seorang penduduk segera melihat ke aliran sungai dan tidak
ditemukannya ranjang bayi itu. Penduduk itu bernama Winangun. Sang raja pun
sangat terpukul dengan kehilangan putranya itu.
Ternyata Joko Sewu masih selamat setelah ditemukan oleh pelayan kerajaan
Purwojoyo. Pelayan itu bernama Wiraga. Ia segera menyerahkan Joko Sewu kepada
raja. Raja Purwojoyo juga belum mempunyai keturunan sehingga ia sangat bahagia ketika mendapat anak , setelah lama sekali mendambakan anak. Raja tersebut
kebetulan memberinya nama Joko Sewu Watu. Hanya ditambahkan Watu di belakang
namanya.
Hanya berselang satu tahun setelah Joko Sewu di Kerajaan Purwojoyo.
Lahirlah seorang anak perempuan dari Kerajaan Linggapura yang bernama Roro
Anteng. Singkat cerita, Roro Anteng beranjak dewasa . Parasnya yang cantik membuat
banyak pangeran dari kerajaan lain yang ingin melamarnya . Joko Sewu juga
beranjak dewasa . Wajahnya tampan dan ia memiliki kekuatan hingga seribu kali
lipat dari orang biasa.
Suatu hari, Raja dari Linggapura
mengadakan sayembara bagi siapapun yang ingin melamar putrinya. Salah
satu pesertanya adalah Joko Sewu. Tantangannya pun cukup berat yaitu mengangkat
batu sebesar singgasana raja. Pangeran-pangeran itu pun menganggap enteng
tantangan sang raja. Padahal batu tersebut beratnya sama dengan bangunan
kerajaan. Semua peserta gagal setelah mereka
tidak mampu mengangkat batunya. Joko Sewu menjadi peserta terakhir. Ia mulai
mengangkatnya dan berhasil. Roro Anteng terpikat dengan Joko Sewu. Sang raja
menanyakan nama dan asal Joko Sewu. Dan ia menjawab bahwa namanya adalah Joko
Sewu Watu dan berasal dari Kerajaan Purwojoyo.
Raja
kembali teringat dengan masa lalu ketika ia kehilangan putranya, namun ia
menghiraukannya. Saat Joko Sewu melamar Roro Anteng , Raja pun tidak mampu
menahan pikiran bahwa Joko Sewu adalah anaknya dan ia pun bertanya kepada Joko
Sewu untuk memastikannya. Namun Joko Sewu tidak dapat langsung menjawabnya, dan
harus menanyakan ke Raja dari Purwojoyo. Dan akhirnya Raja mengakui bahwa ia
bukan anak kandungnya tetapi Wiraga menemukannya di aliran sungai. Ketika ia
berjalan didekat aliran sungai Kerajaan Linggapura. Ia bertemu dengan seorang
kakek.
Dan
ternyata kakek tersebut bernama Winangun, yaitu saksi percobaan pembunuhan yang
dilakukan Nirwana. Dan ia menanyakan nama Joko Sewu. Setelah itu Joko Sewu
menanyakan apakah 20 tahun yang lalu ada seorang anak yang dibuang dialiran
sungai. Dan kakek tersebut menceritakan peristiwa yang terjadi pada 20 tahun
yang lalu itu. Lalu Joko Sewu segera mencari Nirwana. Joko Sewu pun meminta
kepada Raja untuk mengintrogasi Nirwana untuk mengetahui Joko Sewu adalah anak
Sang Raja atau bukan. Setelah lama diintrogasi, akhirnya Nirwana mengakui bahwa
Joko Sewu adalah anak yang hendak dibunuhnya 20 tahun yang lalu. Nirwana dan
Winara akhirnya dihukum mati.
Joko Sewu langsung
kaget mendengar jawaban itu. Joko Sewu langsung melarikan diri kedalam hutan. Hati
Roro Anteng juga sangat terpukul setelah mendengar kesaksian itu. Tetapi lama
kelamaan Joko Sewu menerima kenyataan
bahwa ia tidak dapat memiliki Roro Anteng. Roro Anteng pun juga menerima
kenyataan bahwa ia adalah adik Joko Sewu. Dan akhirnya mereka menjadi keluarga yang
rukun. Rasa sayang mereka tidak luntur, namun hanya saja sayang sebagai adik
dan kakak. Akhirnya mereka hidup rukun sebagai keluarga yang harmonis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar