Sabtu, 06 Juli 2013

Kasih Yang Tak Sampai

S
uatu hari, ada kerajaan yang bernama Kerajaan Linggapura dan Kerajaan Purwojoyo. Kedua kerajaan itu hanya berjarak 10 km. Raja dari Linggapura sudah lama sekali mendambakan seorang anak dan akhirnya sang raja pun berbahagia karena ia baru saja mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Sewu. Namun dibalik kebahagiaan raja, penasihat raja justru tidak senang dengan kelahiran Joko Sewu. Penasihat itu bernama Winara, akhirnya  ia mempunyai niat jahat untuk menyingkirkan Joko Sewu agar langkahnya menjadi raja tidak terhambat. Ia pun bersekongkol dengan pelayan kerajaan. Pelayan kerajaan tersebut bernama Nirwana. Dia pun merencanakan akal busuknya.
Pada saat kondisi kamar sedang sepi, ia mengambil kesempatan itu untuk dapat mengambil Joko Sewu. Setelah berhasil mengambilnya, ia segera mengambil pisau untuk membunuhnya. Namun rencana itu gagal setelah salah seorang pelayan memergokinya. Pelayan tersebut adalah Moksa. Nirwana pun melarikan diri. Namun, Moksa tidak mengenali wajah Nirwana karena wajah Nirwana ditutup oleh topeng. Pada hari berikutnya, Nirwana kembali mencoba membunuh Joko Sewu lagi, namun dengan cara lain. Ia pun segera mengambil sebuah ranjang bayi dan memasukan Joko Sewu ke dalamnya. Setelah itu ranjang bayinya dibuang ke aliran sungai dan ia segera melarikan diri. Seorang penduduk segera melihat ke aliran sungai dan tidak ditemukannya ranjang bayi itu. Penduduk itu bernama Winangun. Sang raja pun sangat terpukul dengan kehilangan putranya itu.
Ternyata Joko Sewu masih selamat setelah ditemukan oleh pelayan kerajaan Purwojoyo. Pelayan itu bernama Wiraga. Ia segera menyerahkan Joko Sewu kepada raja. Raja Purwojoyo juga belum mempunyai keturunan sehingga ia sangat bahagia ketika mendapat anak , setelah lama sekali mendambakan anak. Raja tersebut kebetulan memberinya nama Joko Sewu Watu. Hanya ditambahkan Watu di belakang namanya.
Hanya berselang satu tahun setelah Joko Sewu di Kerajaan Purwojoyo. Lahirlah seorang anak perempuan dari Kerajaan Linggapura yang bernama Roro Anteng. Singkat cerita, Roro Anteng beranjak dewasa . Parasnya yang cantik membuat banyak pangeran dari kerajaan lain yang ingin melamarnya . Joko Sewu juga beranjak dewasa . Wajahnya tampan dan ia memiliki kekuatan hingga seribu kali lipat dari orang biasa.
Suatu hari, Raja dari Linggapura  mengadakan sayembara bagi siapapun yang ingin melamar putrinya. Salah satu pesertanya adalah Joko Sewu. Tantangannya pun cukup berat yaitu mengangkat batu sebesar singgasana raja. Pangeran-pangeran itu pun menganggap enteng tantangan sang raja. Padahal batu tersebut beratnya sama dengan bangunan kerajaan. Semua peserta gagal  setelah mereka tidak mampu mengangkat batunya. Joko Sewu menjadi peserta terakhir. Ia mulai mengangkatnya dan berhasil. Roro Anteng terpikat dengan Joko Sewu. Sang raja menanyakan nama dan asal Joko Sewu. Dan ia menjawab bahwa namanya adalah Joko Sewu Watu dan berasal dari Kerajaan Purwojoyo.
Raja kembali teringat dengan masa lalu ketika ia kehilangan putranya, namun ia menghiraukannya. Saat Joko Sewu melamar Roro Anteng , Raja pun tidak mampu menahan pikiran bahwa Joko Sewu adalah anaknya dan ia pun bertanya kepada Joko Sewu untuk memastikannya. Namun Joko Sewu tidak dapat langsung menjawabnya, dan harus menanyakan ke Raja dari Purwojoyo. Dan akhirnya Raja mengakui bahwa ia bukan anak kandungnya tetapi Wiraga menemukannya di aliran sungai. Ketika ia berjalan didekat aliran sungai Kerajaan Linggapura. Ia bertemu dengan seorang kakek.  
Dan ternyata kakek tersebut bernama Winangun, yaitu saksi percobaan pembunuhan yang dilakukan Nirwana. Dan ia menanyakan nama Joko Sewu. Setelah itu Joko Sewu menanyakan apakah 20 tahun yang lalu ada seorang anak yang dibuang dialiran sungai. Dan kakek tersebut menceritakan peristiwa yang terjadi pada 20 tahun yang lalu itu. Lalu Joko Sewu segera mencari Nirwana. Joko Sewu pun meminta kepada Raja untuk mengintrogasi Nirwana untuk mengetahui Joko Sewu adalah anak Sang Raja atau bukan. Setelah lama diintrogasi, akhirnya Nirwana mengakui bahwa Joko Sewu adalah anak yang hendak dibunuhnya 20 tahun yang lalu. Nirwana dan Winara akhirnya dihukum mati.
Joko Sewu langsung kaget mendengar jawaban itu. Joko Sewu langsung melarikan diri kedalam hutan. Hati Roro Anteng juga sangat terpukul setelah mendengar kesaksian itu. Tetapi lama kelamaan  Joko Sewu menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat memiliki Roro Anteng. Roro Anteng pun juga menerima kenyataan bahwa ia adalah adik Joko Sewu. Dan akhirnya mereka menjadi keluarga yang rukun. Rasa sayang mereka tidak luntur, namun hanya saja sayang sebagai adik dan kakak. Akhirnya mereka hidup rukun sebagai keluarga yang harmonis.

Written by : Muhammad Yunan Adjie Pangestu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar